Minggu, September 07, 2008

Pendidikan Anak

Kiat-kiat dalam mendidik anak
1. Jangan salahkan kodok
- Pada jaman dulu kalau ada anak kecil nangis karena jatuh, maka orang tuanya selalu bilang kodok ini yang nakal,,,,maka anak tersebut langsung berhenti nangisnya. Padahal kodoknya dak salah apa-apa loo…. Ternyata cara tersebut sangat manjur untuk jangka pendek, tetapi sangat tidak bagus untuk jangka panjang. Pada saat berikutnya setelah anak tersebut besar maka selalu terbiasa kalau melakukan kesalahan akan mencari kambing hitam / pihak lain….tidak pernah mengoreksi diri sendiri. Bisa jadi karena terbisa menyalahkan kodok.
2. Keterbukaan. Latihlah anak untuk terbuka sejak dini sama orang tua. Jangan buat anak takut sama orang tua. Jangan sedikit2 dimarahi sehingga takut sama orang tua. Bahaya kalau anak tidak dilatih keterbukaan, dia kan terbuka pada oaring lain,,la kalau orang lain baik ya dak papa kalau tidak baik ya berabe. La kalau tidak terbuka pada siapapun kalau punya masalah kalau nekat anak bisa lari ke yang bahaya yaitu narkoba.
3. Kepercayaan. Bahkan kepercayaan pada yang muda atau anak sampai detik ini pun masih sangat lemah. Dimana yang muda berbicara atau berpendapat tidak didengar tetapi yang tua didengar, kapan akan maju kalau seperti ini masih dilakukan. Akibat terberat adalah terjadinya generasi yang terputus…maybe karena kita tidak percayan orang tua sama yang muda. Harusnya dilatih sedikit demi sedikit, dan kalau salahpun jangan dimatikan kesalahannya…karena pembelajaran semua itu kan proses.
4. Kemerdekaan
- Berpendapat adalah masalah yang sulit dikeluarkan pada jaman dahulu. Hal tersebut bukan karena belum jamannya demokrasi seperti sekarang ini, tetapi memang posisi orang tua adalah memberi nasihat dan posisi anak adalah mematuhi nasihat. Sehingga kepatuhan tersebut kemudian membatasi pendapat lain dari si anak.
- Kreatifitas. Ada iklan yang mengatakan berani kotor itu baik ternyata mengandung arti adalah membebaskan anak untuk berkretaif apapun. Kadang saya katakan pada anak saya, kalaupun mau orek2 tembok silahkan. Jangan sampai kalau anak mau berkreatif dihambat, lebih baik diarahkan
- Kemerdekaan kadang menabrak-nabrak Hak dan kewajiban. Implikasi berikutnya adalah reward dan punishment.
5. Hidup adalah pilihan
- Bagaimana anak diarahkan untuk menentukan pilihan sendiri. Dimana orang tua hanya mengarahkan saja, mungkin mencondongkan saja. Kemudian diberi tau untung ruginya pilihan2 yang diberikan. Misalnya diberi 2 pilihan A dan B, orang tua fungsinga hanya fasilitator misalnya bisa mencondongkan ke A, la bagaimana kalau anak memilih B ya biarkan, diberitau untung ruginya. Nanti dia kan akan lebih dewasa pada pilihan-pilihan berikutnya.
- Berkacalah dan sembodolah dulu, orang tua sebelum memberi nasihat pada anak sebaiknya menasehati dirinya dahulu apakah sudah melakukan nasehat tersebut ?
- Setiap pilihan yang dilakukan anak, sekecil apapun hasilnya berilah penghargaan. Dan bila gagal berilah nasehat karena itu semua adalah pilihan dia sendiri.
6. Jangan buat kecewa. Jangan suka nilapke anak, ntar dia dak percaya sama kamu kalau dibilangin
7. Didik dengan kasih sayang

1 komentar:

Anonim mengatakan...

wah,,,,,,sae tenan nggih tulisane
bisa le bu,,ngi ngisi pengajian
selamat,,lanjutkan,,sipp tuu